Mata itu!
Menusuk kalbu ku.
Terangi gelap malam ku.
Mata itu!
Tenggelam kan ku dalam nelangsa.
Hindarkan ku dari nestapa.
Mata itu..!
Mata itu..!
Adalah matanya..
Menatap lembut.
Hingga hati menciut.
Tak ingin ku hilang tatapanya.
Karena ku telah jatuh cinta.
Mata itu..!
Matanya..!
Cipta : Gatz
MyPoem
Senin, 07 November 2011
DOA CINTA
Duhai Tuhan ku!
Mereka berkata pada ku bahwa dengan melepas cinta ku maka aku akan dapat memperoleh kewarasan ku.
Namun sesungguhnya cinta adalah satu-satunya hal yang aku miliki!.
Cinta adalah sumber kekuatan ku, batu karang ku.
Jika cinta ku mati, maka aku akan mati bersamanya.
Begitulah takdir ku, Engkau mengetahuinya.
Duhai Tuhan ku!
Aku mohon kepada-Mu.
Demi semua nama-nama dan sifat-sifat-Mu.
Biarkan cinta ku tumbuh.
Biarkan ia merekah sempurna dan tetap mekar meskipun aku telah layu dan mati.
Biarkan aku minum dari air mata cinta sampai dahaga ku terpuaskan.
Dan jika aku terlanjur mabuk oleh anggur cinta, biarkanlah aku menjadi semakin mabuk.
Tuhan ku!
Mereka semua menyuruh ku untuk menghilangkan dia dari pikiran ku dan memadamkan hasrat di dalam hati ku padanya.
Namun aku memohon kepada-Mu, duhai Tuhan, pahatlah bayangannya di dalam matahari ku dan buatlah hasrat ku kepadanya lebih kuat.
Ambillah apa yang tersisa dari raga ku dan berikan semua kepadanya,ambillah seluruh usia ku yang tersisa dan tambahkanlah padanya.
Duhai Tuhan ku!
Biarkanlah dia mencaci maki ku, menghukum ku, menyiksa ku, aku tak peduli.
Aku telah mengorbankan hidup ku untuk keindahannya.
Bukankah Engkau dapat melihat bagaimana aku terbakar karena dia?
Dan, meskipun aku mengetahui bahwa aku takkan terbebas dari kepedihan ini, aku rela.
Karena memang inilah takdir ku.
Karena itu, duhai Tuhan, demi Engkau dan demi cinta, biarkan cinta ku tumbuh semakin kuat di setiap waktu yang berlalu.
Cinta adalah satu-satunya yang ku miliki, cinta adalah diriku apa adanya, dan cinta adalah satu-satunya tujuan akhir hidup ku.
DARi:
LAILA MAJNUN
KARYA: SYEKH NIZAMI.
Mereka berkata pada ku bahwa dengan melepas cinta ku maka aku akan dapat memperoleh kewarasan ku.
Namun sesungguhnya cinta adalah satu-satunya hal yang aku miliki!.
Cinta adalah sumber kekuatan ku, batu karang ku.
Jika cinta ku mati, maka aku akan mati bersamanya.
Begitulah takdir ku, Engkau mengetahuinya.
Duhai Tuhan ku!
Aku mohon kepada-Mu.
Demi semua nama-nama dan sifat-sifat-Mu.
Biarkan cinta ku tumbuh.
Biarkan ia merekah sempurna dan tetap mekar meskipun aku telah layu dan mati.
Biarkan aku minum dari air mata cinta sampai dahaga ku terpuaskan.
Dan jika aku terlanjur mabuk oleh anggur cinta, biarkanlah aku menjadi semakin mabuk.
Tuhan ku!
Mereka semua menyuruh ku untuk menghilangkan dia dari pikiran ku dan memadamkan hasrat di dalam hati ku padanya.
Namun aku memohon kepada-Mu, duhai Tuhan, pahatlah bayangannya di dalam matahari ku dan buatlah hasrat ku kepadanya lebih kuat.
Ambillah apa yang tersisa dari raga ku dan berikan semua kepadanya,ambillah seluruh usia ku yang tersisa dan tambahkanlah padanya.
Duhai Tuhan ku!
Biarkanlah dia mencaci maki ku, menghukum ku, menyiksa ku, aku tak peduli.
Aku telah mengorbankan hidup ku untuk keindahannya.
Bukankah Engkau dapat melihat bagaimana aku terbakar karena dia?
Dan, meskipun aku mengetahui bahwa aku takkan terbebas dari kepedihan ini, aku rela.
Karena memang inilah takdir ku.
Karena itu, duhai Tuhan, demi Engkau dan demi cinta, biarkan cinta ku tumbuh semakin kuat di setiap waktu yang berlalu.
Cinta adalah satu-satunya yang ku miliki, cinta adalah diriku apa adanya, dan cinta adalah satu-satunya tujuan akhir hidup ku.
DARi:
LAILA MAJNUN
KARYA: SYEKH NIZAMI.
Rabu, 02 November 2011
BIARKAN LAGU ITU DI NYANYIKAN
"Biarkan lagu itu di nyanyikan!"
Sebuah lagu yang senantiasa mengingatkanmu pada suatu peristiwa.
Sedang kau tak mau lagi mengingatnya.
Ya, mengingatkan sebuah lagu membawamu mencapai titik kulminasi kesadaran masa lalu.
Dan kini kau bisa bilang "Aku tak pernah menginginkannya!".
"Biarkan lagu itu di nyanyikan!"
Bersama rintik hujan dan kepak kelelawar yang mengabarkan datangnya malam.
Kelelawar yang datang menghadiri pesta, menyambut barisan pawai serangga yang hendak pulang untuk istirahat.
Memejamkan mata, merebahkan badanya.
"Itu sebuah realita. Sungguh, realita kehidupan". Katamu.
Ya, realita kehidupan dimana nyawa satu dengan yang lain rebut unggul untuk mengucap "Kita lihat siapa yang mampu bertahan".
"Biarkan lagu itu di nyanyikan!".
Dengan penuh penjiwaan, totalitas cinta dan kesadaran untuk mengucap "Biarkan lagu itu di nyanyikan. Jangan larang lagu itu di nyanyikan!"
"Biarkan lagu itu di nyanyikan!".
Makna lagu itu lahir karena kau melukai hati dan perasaan mu sendiri.
Lagu itu begitu jujur dan sederhana.
Dia datang jika kau memanggilnya dan dia kan pergi jika kau tak membutuhkannya.
"Biarkan lagu itu di nyanyikan!".
Dan pintaku padamu "Ayo kita dengarkan bersama. Jangan diberi makna, jika kau tak sanggup bertahan".
DARi:
LAILA MAJNUN
KARYA: SYEKH NIZAMI.
Sebuah lagu yang senantiasa mengingatkanmu pada suatu peristiwa.
Sedang kau tak mau lagi mengingatnya.
Ya, mengingatkan sebuah lagu membawamu mencapai titik kulminasi kesadaran masa lalu.
Dan kini kau bisa bilang "Aku tak pernah menginginkannya!".
"Biarkan lagu itu di nyanyikan!"
Bersama rintik hujan dan kepak kelelawar yang mengabarkan datangnya malam.
Kelelawar yang datang menghadiri pesta, menyambut barisan pawai serangga yang hendak pulang untuk istirahat.
Memejamkan mata, merebahkan badanya.
"Itu sebuah realita. Sungguh, realita kehidupan". Katamu.
Ya, realita kehidupan dimana nyawa satu dengan yang lain rebut unggul untuk mengucap "Kita lihat siapa yang mampu bertahan".
"Biarkan lagu itu di nyanyikan!".
Dengan penuh penjiwaan, totalitas cinta dan kesadaran untuk mengucap "Biarkan lagu itu di nyanyikan. Jangan larang lagu itu di nyanyikan!"
"Biarkan lagu itu di nyanyikan!".
Makna lagu itu lahir karena kau melukai hati dan perasaan mu sendiri.
Lagu itu begitu jujur dan sederhana.
Dia datang jika kau memanggilnya dan dia kan pergi jika kau tak membutuhkannya.
"Biarkan lagu itu di nyanyikan!".
Dan pintaku padamu "Ayo kita dengarkan bersama. Jangan diberi makna, jika kau tak sanggup bertahan".
DARi:
LAILA MAJNUN
KARYA: SYEKH NIZAMI.
Selamat Tinggal Kebahagiaan dan Lagu Kenangan
Demi Tuhan siapakah yang mampu mengobati penyakit ku ini?
Aku terkucil dan terbuang.
Dimana rumahku?
Dimanakah teman-teman ku, sanak-saudara ku?
Aku terpisahkan dari mereka semua dan mereka tak tahu keberadaan ku.
Aku terpisahkan dari orang-orang yang ku cintai.
Namaku ternodai dan kehormatan ku telah hancur.
Seperti cawan kristal yang terhempas di tas karang takdir.
Hidupku dahulu penuh dengan lagu-lagu bahagia.
Kini yang ku dapat hanyalah suara khidmat genderang yang menabuhkan kidung perpisahan.
Kekasihku, belahan hatiku!
Aku adalah budakmu, kurbanmu, aku adalah sang pemburu yang tertangkap oleh buruannya!
Jiwaku tak mampu melawan tuan yang menguasainya.
Jika kau berkata " minumlah anggur cinta dan mabuklah!".
Maka aku akan menurut.
Jika kau berkata,"jadilah gila oleh hasrat!"
Siapakah aku hingga berani melawannya?
Tidak mungkin orang gila seperti ku dapat dijinakkan.
Maka janganlah mencoba menjinakkan ku.
Harapan apalagi yang ada bagi hati yang remuk seperti hatiku?
Satu-satunya keinginanku adalah semoga tanah di bawahku terbelah dan menelanku hidup-hidup.
Atau sebuah halilintar keluar dari langit dan menyambarku mati!.
Selamat tinggal kawan-kawan.
Aku harus pergi.
Tidak ada lagi yang bisa kalian lakukan untukku sekarang.
Cawan cinta telah jatuh dari tangan ku dan anggurnya telah tumpah.
Yang tersisa dari masa-masa kebahagiaan dan kewarasan hanyalah sebuah mata pisau yang sangat tajam.
Lihatlah betapa dalamnya pisau itu menusuk dan menembusku.
DARi:
LAILA MAJNUN
KARYA: SYEKH NIZAMI.
Aku terkucil dan terbuang.
Dimana rumahku?
Dimanakah teman-teman ku, sanak-saudara ku?
Aku terpisahkan dari mereka semua dan mereka tak tahu keberadaan ku.
Aku terpisahkan dari orang-orang yang ku cintai.
Namaku ternodai dan kehormatan ku telah hancur.
Seperti cawan kristal yang terhempas di tas karang takdir.
Hidupku dahulu penuh dengan lagu-lagu bahagia.
Kini yang ku dapat hanyalah suara khidmat genderang yang menabuhkan kidung perpisahan.
Kekasihku, belahan hatiku!
Aku adalah budakmu, kurbanmu, aku adalah sang pemburu yang tertangkap oleh buruannya!
Jiwaku tak mampu melawan tuan yang menguasainya.
Jika kau berkata " minumlah anggur cinta dan mabuklah!".
Maka aku akan menurut.
Jika kau berkata,"jadilah gila oleh hasrat!"
Siapakah aku hingga berani melawannya?
Tidak mungkin orang gila seperti ku dapat dijinakkan.
Maka janganlah mencoba menjinakkan ku.
Harapan apalagi yang ada bagi hati yang remuk seperti hatiku?
Satu-satunya keinginanku adalah semoga tanah di bawahku terbelah dan menelanku hidup-hidup.
Atau sebuah halilintar keluar dari langit dan menyambarku mati!.
Selamat tinggal kawan-kawan.
Aku harus pergi.
Tidak ada lagi yang bisa kalian lakukan untukku sekarang.
Cawan cinta telah jatuh dari tangan ku dan anggurnya telah tumpah.
Yang tersisa dari masa-masa kebahagiaan dan kewarasan hanyalah sebuah mata pisau yang sangat tajam.
Lihatlah betapa dalamnya pisau itu menusuk dan menembusku.
DARi:
LAILA MAJNUN
KARYA: SYEKH NIZAMI.
Huuuhh...!!! (Mendesah)
Sendiri menarawangi gelap malam.
Sepi dan dingin.
Hanya di temani oleh roko putih yang akan habis.
Huuuhh...!!! (Mendesah)
Selalu saja.
Tak pernah berubah.
Bak ilalang di tanah tandus yang akan mati.
Cipta : Gatz Majnun
24/07/2010
Sepi dan dingin.
Hanya di temani oleh roko putih yang akan habis.
Huuuhh...!!! (Mendesah)
Selalu saja.
Tak pernah berubah.
Bak ilalang di tanah tandus yang akan mati.
Cipta : Gatz Majnun
24/07/2010
TAHU TAPI TAK MENGERTI
Di musim baru.
Hujan dari kemarau.
Apa maknanya?
Terus terang tak ku mengerti.
Memang tak mengerti.
Kesimpulan tak ku dapat.
Kebingungan yang ku terima.
Apa artinya?
Adalah diriku yang tolol.
Tahu tapi tak mengerti.
Mengerti tapi tak mau tahu.
Cipta : Gatz Majnun.
Tgl : 3/11/11.
Hujan dari kemarau.
Apa maknanya?
Terus terang tak ku mengerti.
Memang tak mengerti.
Kesimpulan tak ku dapat.
Kebingungan yang ku terima.
Apa artinya?
Adalah diriku yang tolol.
Tahu tapi tak mengerti.
Mengerti tapi tak mau tahu.
Cipta : Gatz Majnun.
Tgl : 3/11/11.
MEMORI CINTA
Kita berada di satu beranda.
Terdapat keindahan yang tak terkira.
Penuh keindahan bak surga.
Banyak kenangan tercipta.
Memori kita.
Memori cinta.
_9aT'z_
21/10/10
06.06 pm
Langganan:
Komentar (Atom)