Entri

Rabu, 02 November 2011

BIARKAN LAGU ITU DI NYANYIKAN

"Biarkan lagu itu di nyanyikan!"
Sebuah lagu yang senantiasa mengingatkanmu pada suatu peristiwa.
Sedang kau tak mau lagi mengingatnya.
Ya, mengingatkan sebuah lagu membawamu mencapai titik kulminasi kesadaran masa lalu.
Dan kini kau bisa bilang "Aku tak pernah menginginkannya!".


"Biarkan lagu itu di nyanyikan!"
Bersama rintik hujan dan kepak kelelawar yang mengabarkan datangnya malam.
Kelelawar yang datang menghadiri pesta, menyambut barisan pawai serangga yang hendak pulang untuk istirahat.
Memejamkan mata, merebahkan badanya.
"Itu sebuah realita. Sungguh, realita kehidupan". Katamu.


Ya, realita kehidupan dimana nyawa satu dengan yang lain rebut unggul untuk mengucap "Kita lihat siapa yang mampu bertahan".


"Biarkan lagu itu di nyanyikan!".
Dengan penuh penjiwaan, totalitas cinta dan kesadaran untuk mengucap "Biarkan lagu itu di nyanyikan. Jangan larang lagu itu di nyanyikan!"


"Biarkan lagu itu di nyanyikan!".
Makna lagu itu lahir karena kau melukai hati dan perasaan mu sendiri.
Lagu itu begitu jujur dan sederhana.
Dia datang jika kau memanggilnya dan dia kan pergi jika kau tak membutuhkannya.


"Biarkan lagu itu di nyanyikan!".
Dan pintaku padamu "Ayo kita dengarkan bersama. Jangan diberi makna, jika kau tak sanggup bertahan".





DARi:
LAILA MAJNUN
KARYA: SYEKH NIZAMI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar