Duhai Tuhan ku!
Mereka berkata pada ku bahwa dengan melepas cinta ku maka aku akan dapat memperoleh kewarasan ku.
Namun sesungguhnya cinta adalah satu-satunya hal yang aku miliki!.
Cinta adalah sumber kekuatan ku, batu karang ku.
Jika cinta ku mati, maka aku akan mati bersamanya.
Begitulah takdir ku, Engkau mengetahuinya.
Duhai Tuhan ku!
Aku mohon kepada-Mu.
Demi semua nama-nama dan sifat-sifat-Mu.
Biarkan cinta ku tumbuh.
Biarkan ia merekah sempurna dan tetap mekar meskipun aku telah layu dan mati.
Biarkan aku minum dari air mata cinta sampai dahaga ku terpuaskan.
Dan jika aku terlanjur mabuk oleh anggur cinta, biarkanlah aku menjadi semakin mabuk.
Tuhan ku!
Mereka semua menyuruh ku untuk menghilangkan dia dari pikiran ku dan memadamkan hasrat di dalam hati ku padanya.
Namun aku memohon kepada-Mu, duhai Tuhan, pahatlah bayangannya di dalam matahari ku dan buatlah hasrat ku kepadanya lebih kuat.
Ambillah apa yang tersisa dari raga ku dan berikan semua kepadanya,ambillah seluruh usia ku yang tersisa dan tambahkanlah padanya.
Duhai Tuhan ku!
Biarkanlah dia mencaci maki ku, menghukum ku, menyiksa ku, aku tak peduli.
Aku telah mengorbankan hidup ku untuk keindahannya.
Bukankah Engkau dapat melihat bagaimana aku terbakar karena dia?
Dan, meskipun aku mengetahui bahwa aku takkan terbebas dari kepedihan ini, aku rela.
Karena memang inilah takdir ku.
Karena itu, duhai Tuhan, demi Engkau dan demi cinta, biarkan cinta ku tumbuh semakin kuat di setiap waktu yang berlalu.
Cinta adalah satu-satunya yang ku miliki, cinta adalah diriku apa adanya, dan cinta adalah satu-satunya tujuan akhir hidup ku.
DARi:
LAILA MAJNUN
KARYA: SYEKH NIZAMI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar