Entri

Rabu, 02 November 2011

Selamat Tinggal Kebahagiaan dan Lagu Kenangan

Demi Tuhan siapakah yang mampu mengobati penyakit ku ini?
Aku terkucil dan terbuang.
Dimana rumahku?

Dimanakah teman-teman ku, sanak-saudara ku?
Aku terpisahkan dari mereka semua dan mereka tak tahu keberadaan ku.
Aku terpisahkan dari orang-orang yang ku cintai.
Namaku ternodai dan kehormatan ku telah hancur.
Seperti cawan kristal yang terhempas di tas karang takdir.
Hidupku dahulu penuh dengan lagu-lagu bahagia.
Kini yang ku dapat hanyalah suara khidmat genderang yang menabuhkan kidung perpisahan.



Kekasihku, belahan hatiku!
Aku adalah budakmu, kurbanmu, aku adalah sang pemburu yang tertangkap oleh buruannya!
Jiwaku tak mampu melawan tuan yang menguasainya.
Jika kau berkata " minumlah anggur cinta dan mabuklah!".
Maka aku akan menurut.
Jika kau berkata,"jadilah gila oleh hasrat!"
Siapakah aku hingga berani melawannya?
Tidak mungkin orang gila seperti ku dapat dijinakkan.
Maka janganlah mencoba menjinakkan ku.
Harapan apalagi yang ada bagi hati yang remuk seperti hatiku?
Satu-satunya keinginanku adalah semoga tanah di bawahku terbelah dan menelanku hidup-hidup.
Atau sebuah halilintar keluar dari langit dan menyambarku mati!.



Selamat tinggal kawan-kawan.
Aku harus pergi.

Tidak ada lagi yang bisa kalian lakukan untukku sekarang.
Cawan cinta telah jatuh dari tangan ku dan anggurnya telah tumpah.
Yang tersisa dari masa-masa kebahagiaan dan kewarasan hanyalah sebuah mata pisau yang sangat tajam.
Lihatlah betapa dalamnya pisau itu menusuk dan menembusku.





DARi:
LAILA MAJNUN
KARYA: SYEKH NIZAMI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar